Setiap kali tahun baru menjelang, maka setiap kali itulah kita semua akan membilang umur kita. Sebenarnya sudah melangkah ke alam tua bangka dan bukannya melangkah ke alam muda remaja. Kita masih sibuk lagi dengan menghimpun harta dunia yang tidak pernah habis, membolot dengan lahapnya. Mengaut harta kekayaan selagi hidup dan selagi berkuasa. Mengaut dan memboloti harta dunia dengan rakusan hawa nafsu. Namun kalau harta itu berjaya digunakan ke arah jalan yang baik dan diredhai oleh Allah, maka manfaat besar ke atas diri sendiri amat berbaloi di dunia dan memudahkan perjalanan hidup kita di akhirat.

Maka adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsu, maka sesungguhnya, syurgalah tempat tinggalnya. (Surah An Naziat: 37 – 41)

Ibnu ‘Athaillah Al-Iskandari, dalam kitabnya (Al-Hikam) mengatakan: “Satu kerugian dan kehinaan yang besar iaitu anda selesai melaksanakan kesibukan dan pekerjaan anda, lalu anda tidak menghadap Allah; dan bebananmu telah berkurang, tapi engkau tidak bergerak menuju (keredaan)Nya. Yakni Kekasih dan Pelindung hamba Jalla Jalaluhu.”

Kalau sepanjang hidup dipenuhi dengan kerja-kerja mengumpat dan mencela orang lain, maka faedahnya adalah bahang api yang membakar sehingga melunyaikan segala isi perut dan daging yang membaluti jiwa yang bergelumang dengan dosa yang tidak pernah dihirau sedikit kekesalan pun oleh si pemilik tubuh tersebut.

Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia (manusia) mengira bahawa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak!. Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?. (iatu) api (azab) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang. (Surah Al Humazah: 1 – 9)

Kalau sepanjang hidup tidak pernah menghambakan diri kepada yang maha Esa, maka saksikanlah nanti apabila kita berhadapan dengan saat-saat nazak yang mana malaikat maut akan datang menghampiri kita dengan begitu ganas dan rakus untuk menyentap nyawa dari tubuh yang selama ini dijaga dan dirawati dengan semoleknya. Jiwa dibiarkan kering dan gersang dengan tiadanya sifat kehambaan kepada yang maha Esa. Selama kita hidup, dibiarnya jiwa kita dibaluti dengan karat-karat mazmumah yang hanya melayakkan jiwa dan tubuh kita dimamah oleh api neraka jahanam.

Kalau sepanjang hidup tidak pernah sama sekali bersyukur ke atas nikmat yang dikurniakan oleh yang Maha pemberi Rezeki. Maka tunggulah azab pedih yang akan menanti untuk mengajar diri sendiri supaya lebih menghargai erti kesyukuran.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?. Inilah neraka jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa. (Surah Ar Rahman : 42 – 43)

Lebih-lebih lagi nikmat Islam yang memang telah menjadi pegangan dan cara hidup kita sejak dari kecil lagi. Terfikirkah kita betapa besarnya hidup dalam Islam. Hidup di dalam keamanan dan sentiasa dinaungi kasih sayang dan rahmat Allah Taala. Banyak sangat nikmat yang telah diberikan oleh yang maha Berkuasa. Bagaimanakah pula nikmat ciptaan ke atas diri kita sendiri?..

Pada hari ini Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku sempurnakan nikmatku bagimu dan Aku redha Islam sebagai agamamu. (Surah Al Maidah: 3)

Semoga amal kita semua akan bertambah baik dan molek dengan semangat azam tahun baru. Tahun baru yang datang tetap merupakan tahun baru, tetapi sedarlah setiap kali kedatangan mereka maka setiap kalilah usia kita akan hampir dengan ajal dan maut. Beringatlah demi untuk keselesaan hidup kita di akhirat.

“Manfaatkanlah lima masa sebelum datang lima masa; Masa hidup kamu sebelum datang saat mati kamu, masa sihat kamu sebelum datang masa sakit kamu, masa lapang kamu sebelum datang masa sibuk kamu, masa muda kamu sebelum datang masa tua kamu, masa kamu kaya sebelum datang masa kamu ditimpa miskin.”(Hadis riwayat Imam al-Hakim dan al-Baihaqi dari Ibnu Abbas r.a.)

“Tidak akan berganjak dua kaki seorang hamba Allah (dari tempat hisab di padang mahsyar) sebelum ia ditanya berkenaan: Umurnya (yakni masa-masa di sepanjang umurnya), bagaimana ia habiskannya? Ilmunya, bagaimana ia amalkannya? Hartanya, dari mana ia perolehi dan cara mana ia belanjakannya? Tubuh-badannya, bagaimana ia gunakannya?(Hadis riwayat Imam at-Tirmizi dari Abi Barzah Nadhlah ibn Abid al-Aslami)

Selamat menyambut tahun baru Maal Hijrah 1431H.

Surajagat 1431H